Senin, 30 April 2012

manajemen aktiva

h1

Kamis, 28 Februari 2008

MANAJEMEN AKTIVA BANK

Menut buku “STRATEGI MANAGEMENT BISNIS PERBANKAN” pengarang komarrudin sastradipura penerbit kappa-sigma bandung tahun 2004 menerangkan materi manajemen bank berupa:
1. Arti dan Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Manajemen Aktiva Bank
Strategi dan aktivitas manajemen operasional sebuah bank terlihat dalam neraca dn perubahan neraca. Sisi passiva menunjukkan strategi dan kegiatan manajemen yang berkaitan dengan sumber pengumpulan dana, sementara sisi aktiva menunjukkan strategi dan kegiatan manajemen yang berkaitan dengan tempat pengumpulan dana. Sisi pengumpulan dana(pasiva) biasanya meliputi pengumpulan dana yang diperoleh daro modal dasar, deposito, giro dan tabungan. Tujuan manajemen perbankan adalah memberikan kredit jangka -pendek atau jangka- panjang. Untuk tujuan itu, pasivanya merupakan sebuah alat. Sisi penggunaan dana(aktiva) meliputi kas, rekening pada bank sentral, pinjaman jangka- pendek dan jngka- panjang, dan aktiv tetap.
Manajemen aktiva bank ialah manajemen yang berhubungan dengan alokasi dana ke dalam kemungkinan investasi. Alokasi dana ke dalm investasi perlu direncanakan, diorganisasi, diarahkan, dan diawasi agar tujuannya dapat tecapai.
Pesero
hubungan bankdan nasabah
Oval: STRATEGI MENEJEMEN AKTIVA BANK









Undang-undang dan Peraturan



Persaingan

Dalam kenyataanya proses pembuatan keputrusan dalam menejemen aktiva bank dipengaruhi oleh beberapa factor, sebagai berikut:
hubungan bank dan nasabahnya itu sebagai”hubungan amanah.”
1. Hubungan bank dan nasabah
Merupakan “kepercayaan dan bantuan”. Bank menerima amanat(kepercayaan) dari nasabahnya dalam bentuk simpanan dana. Nasabah percaya bahwa bankirnya akan melayani keperluaanya dan melindungi dana yng disimpannya. Hubungan yang khas inilah yang menyebabkan hubungan bank dan nasabah itu sebagai “hubungan amanah”.
2. Para Pesero
Adalah orang-orang yng telah memasukkan dan mempercayakan modalny kepada banknya dengan mengharapkan laba yng : (a). sesuai dengan resiko investasinya,(b). seimbang dengan laba yang diperoleh dari investasi alternative lainyang resikonya sepadan. Jika tidak, mereka akan memilih alternative investasi lain.
3. Undang-Undang dan Peraturan
Dana yang terkumpul harus dikelola sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang dan pertauran Negara bank sentarl, karena bnk mengelola uang titipan masyarakat. Setiap bank dipercayai masyaralat sebagai lembaga keuanan yang akan melaksnkan etika bisnis dengan konsisten. Keharusan bisnis perbankan mengiktui, melkasanakn dn menegakkan hokum positif merupakan keharusan yng tidak boleh diabaikan karena hokum positif prlu dianggap sebagai dtu atau “factor diketahui” belaka artinya tida dapat dinegoisasikan.
4. Imbauan Moral
Merupakan suatu metode untuk emmbujuk dan mendorong para banker dan pedagang unutk mengikuti kebijakan yang diyakini bank sentarl merupakan kepentingan pembangunan seluruh rakyat. Walaupun kebijakan itu mungkin mempunyai kekuatan moral yang tinggi, namun segalanya tergntung pada strategi dan keputusan para bnakir dan pedagang tersebut.
5. Persaingan
Ketika perhtian dn pertimbangan ditujukan terhadap hubungan bank dan nasbah, para pesero, UU dan peraturan, dan imbauan moral dari bnk sentral. Posisi bsinis perbankan akan menjadi kritis jika dinmika di pasar perbnan, khususnya psar ung, dan pasar modal, menyebabkanmnjadi obyek bukan subyek.
  1. Pemanfaatan Dana Bisnis Perbankan
Dana yng diperoleh sebuah bisnis perbnkan prlu dilokasikan dengn tepat. Untuk itu diperlukan kebijakan alokasi aktiva, artinya pendistribusian dan invstasi yang didasrakn pada fungsi dan kegunaan di antara berbagai kategori aktiva, termasuk ekuivalen ks, saham, investasi pendapatan tetap. Alokasi aktiva merupakan konsep sentarl dalam perencanaan keuangan bagi menejemn investasi bisnis perbankan. Untuk itu dana dialokasikan ke dalam cadangan primer, cadangan sekunder, kredit, dan investasi dalm perbandingan yan tepat sesuai dengan perubahan - perubahan.
1. Cadangan Primer. Merupakan garis pertahanan pertama sebuah bank jika para deposan menarik dan mereka. Disipkan untuk memenuhi ketentuan likuiditas minimum dn keperluan operasi bnk hari demi hari. Bentuk cadangan primer adalah uang kas, cadangan yang diharuskan menurut peratutan di bank sentral, deposito yang tersimpan di lembga-lembaga perbnkan lain dpat dicairkan jika diminta, dan warkat - warkat dalam proses tertentu.
2. Cadangan Sekunder. Merupakan pinjaman dan sekuritas yng dapat dikonversikan ke dalam uang tunai tnpa kerugian yng serius. Cadangan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas uang jangka waktunya kurang dri satu tahun yang sekaligus dimnfaatkan untuk mencari laba. SBI, SBPU, commercial papers. Itulah beberapa instrument dari cadangan sekunder.
3. Kredit. Disalurkan untuk mendapatkan sumber pendapatan utama bagi bank. Bagian ini biasanya merupakan bagian yang cukup penting untuk melihat mutu aktivitas perbankan para calon pembeli saham, nasabah melihat perbankan yang ada dilihat dari sudut, dimana bank membrikan kredit kepada para nasabahnya tnpa mnghdapi kesulitan.
4. Investasi. Yang berhasil merupakan sumber pendapatan yng berarti bagi kelangsungan bisnis perbankan, walapun mempunyai korelasi dengan likuiditas hanya dalam jangka – panjang. Pengelompokkan aktina dilihati dari sifatnya terbadi menjadi dua, yaitu:
1. Aktiva Tidak Produktif
Meliputi (1) alat-alat likuid dan giro bnk pada bank-bank laindan(2) aktiv tetap dan inventaris. Disebut “aktiva tidak produktif” karena aktiva ini tidak menghasilkan laba atau rugi.
2. Aktiva Poduktif
Meliputi (1) kredit jangka pendek dn kredit jangka panjang; (2) deposito pada bank lain; (3) uang kol(call money); (4) surat-surat berharga; (5) penempatan dana pada bank lain di dalam dan diluar negari; dan (6) penyertaan modal
3. jenis-Jenis Aktiva Bank
Aktiva dalam arti umum merupakan pos uang dipunyai oelh perseorangan yng memiliki nila moneter. Aktiva dalam arti umum tersbut adalah:
1. Barang-barang yang cukup untuk memenuhi uatnga dan warisan seorang pewaris.
2. Semua milik seseorang atau suatu perusahaan yang dipergunakan untuk menanggung utang yang ada.
3. Semua pos dalam neraca suatu perusahaan yang menunjukkan seluruh harta milik seseorang, organisasi.
Aktiva bisnis perbankan mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1. Bahwa aktiv itu mempunyai peluang untuk meraih manfaat ekonomi di wktu yang akan dating.
2. Bahwa perubahan aktiva itu menjadi indicator utnuk manajemen pengawasan
3. Bahwa aktiva tersebut merupakan produk dri transaksi – tramsaksi sebelumnya.
  1. Aktiva Kas
Merupakan salah satu perkiraan aktiva dalm nerac yng diwakili oleh uang kertas dan logam, perintah bayar dan cek yang dapat dinegoisasikan, dam saldo bank. Aktiva kas meliputi semua uang yang beredar ditambah dengan alat-alat berupa bukti tertulis mengenai utang yang secara bebas dapat dipindahtangankan dengan penyerahan.aktiva inim merupakan harta paling cair, tidak memberikan hasil, dan semata-matauntuk tujuan operasional agar bisnis perbankan itu berjalan dengan mulus.
Bank yng diwajibkan oleh peraturan untuk memiliki sejumlah saldo, yang disebut”saldo kerja” dalam bentuk uang dengan rasio tertentu terhadap titiopan yang ada pada bank tersbut. Secara berurutan, tujuan saldo kerja adalah :
  1. Menjaga Likuiditas. Primer, saldo kerja ditujukan untuk menjaga penarikan dan oleh para penyimpan dan menjaga likuiditas.
  2. Memberikan Pinjaman. Sekunder, saldo kerja di tujukan untuk memberikan pinjaman dalam batas-batas pertauran yang ditetapkan oleh UU perbankan.
  3. Menyediakan Biaya Operasional. Tercier, saldo kerja ditujukan untuk biaya opersional agar kewajiban bnk dapat dipenuhi tanpa hambatan.
Jenis-jenis aktiva kas yang dimiliki oleh sebuah bisnis bank komersial meliputi:
  1. Saldo pada bank sentral. Saldo pada bank sentral itu untuk: (a) memenuhi peraturan, (b) menjaga likuiditas bank yang bersangkutan; (c) jaminan kliring.
  2. Saldo pada bank lain. Utang-piutang antar bank dapat diselesaikan dengannkliring. Oleh sebab itu, saldo rekening Koran (R/K) pada bank lain merupakan aktiva kas.
  3. Kas dalam prosese penagihan. Kas dalam perjalanan yang akan tiba dianggap sebagai salah satu harta yng paling cair. Karena itu dikelompokkan sebagai “aktiv kas”.
  4. Kas dalam “ruang besi”. Adalah saldo kas yang ada dalm kamar besi suatu bank. Kas dalam ruang besi meliputi semua saldo kas yang tersimpan dalam kamar besi. Gunannya untuk memelihara likuiditas, bukan rentabilitas
  1. Investasi Sekuritas
Merupakan harta bank meliputi surat-surat berharga. Sekuritas ini merupakan alat investasi bagi abnk yang bersangkutan. Jenis-jenis yang menjadi aktiva bisnis perbankan berupa surat-surat berharga yang dimiliki oleh bank meliputi:
  1. Investasi dalam sekuritas pemerintah.termasuk saham dan obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Sekuritas pemerintah dapat diperoleh Dario bursa efek.
  2. Investasi dalam sekuritas bank lain. Termasuk saham dan obligasi Perseroan tersebut. Sekuritas ini dapat diperoleh dari buraa efek.
Secara taktis, tujuan investasi sekuritas yang dilakukan oleh bisnis perbankan secara berturut-turut seperti berikut:
1. Mempertahankan likuiditas. Primer, investasi sekuritas ditujukan unutk mempertahankan likuiditas, umunya apabila dana dalam aktiva ks tidak mencukupi untuk menutup kewajiban bank.
2. Meraih pendapatan. Sekunder, investasi sekuritas ditujukan unutk memperoleh pendapatan.
  1. Pinjaman
Merupakan sejumlah uang yang diberikan kepad nasabah-debitur yang akan mengembalikannya pada waktu tertentu di kemudian hari. Biasanya, sebagai tambahan atas perjanjian pun akan memberikan pembayaran atas penggunaan harta, yang dinamakan”bunga”. Adapun dokumentasio pemberian janji ini disebut”surat promes” bilamana harta itu berupa uang tunai.
Pinjaman yang diberkan bank kepada nasabahnya mungkin dalam bentuk:
  1. Pinjaman jangka-pendek diberkan kepada nasabah-debitur tidak lebih dari astu tahun. Bank yang memberikan pinjaman ini ialah bank yang memasuki “pasar uang”. Pasar uang adalah pasar untuk instrument utang jangka-pendek, termasuk sertifikat deposito yang dapat dinegoisasikan, aksep bank, surat utang jangka-pendek.
  2. Pinjaman jangka-panjang. Diberikan untuk waktu lebih dari satu tahun. Bisnis bank yang memberikan pinjaman jangka-panjang adalah bisnis bank yang ikut mengadakan transaksi dalam”pasar modal”.pasar modal adalah pasar yang menjadi tempat modal diperdagangkan, mencakup pula penempatan pribadi sumber-sumber utang dn ekuitas dan juga pasar dan bursa terorganisasi.
Kredit yang diciptakan oleh perbankan bisnis dalam bentuk, yaitu:
  1. Kredit Komersial. Biasanya kredit komersial, diantaranya dibuktikan dengan surat promes, cek, wesel dan aksep. Kredit ini digunakan unuk melaksanakan operasi kehidupan bisnis sehari-hari.
  2. Kredit Financial. Kredit ini diberikan dengan anggapan bahwa dana yang disumbangkan oleh bisnis perbankan kepada nasabah-debitur akan digunakan untuk pemanfaatan yang relative permanent.
  1. Aktiva Tetap
Berupa aktiva yang diperoleh dengan tujuan untuk penggunaan jangka-panjang, bukan untuk dijual kembali dalam sekali putaran produksi jasa. Artinya, aktiva tetap meruapakan aktiva ynag dipergunakan bisnis perbankan bukan untuk dikonsumsi menjadi uang tunai selam suatu periode tertentu.
Aktiva tetap yang dimiliki oleh bisnis perbankan dapat dibedakan ke dalam:
  1. aktiva permanent. Merupakan aktiva bisnis perbankan yang antara lain meliputi tanah yang merupakan aktiva yang selalu ada, artinya tidak rusak secara fisik karena digunakan untuk temapt gedung berdiri.
  2. aktiva yang secara fisik nilainya turun. Merupakan aktiva bisnis perbankan yang nilainya turun secara fisik, keran aitu perlu didepresiasikan pada suatu periode waktu yang direncanakan

http://syariah1.blogspot.com/2008/02/manajemen-aktiva-bank.html

laporan komitmen dan kontegensi bank central asia


sumber : http://www.bi.go.id
Pos-pos

Bank
12-2010

I. TAGIHAN KOMITMEN
2,144,516

   1. Fasilitas pinjaman yang belum ditarik


       a. Rupiah


       b. Valuta Asing


    2. Posisi pembelian spot dan derivatif yang masih berjalan
2,144,516

    3. Lainnya


II. KEWAJIBAN KOMITMEN
72,452,151

    1. Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik
63,879,959

        a. BUMN
3,828,406

            i. Committed
3,802,005

               - Rupiah
3,424,494

               - Valuta Asing
377,511

            ii. Uncommitted
26,401

                - Rupiah


                - Valuta Asing
26,401

        b. Lainnya
60,051,553

            i.  Committed
58,622,765

            ii. Uncommitted
1,428,788

   2. Fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik
565,170

       a. Committed
565,170

           - Rupiah
565,170

           - Valuta Asing


       b. Uncommitted


           - Rupiah


           - Valuta Asing


    3. Irrevocable L/C yang masih berjalan
4,113,423

        a. L/C luar negeri
3,279,320

        b. L/C dalam negeri
834,103

    4. Posisi penjualan spot dan derivatif yang masih berjalan
3,893,599

    5. Lainnya


III.TAGIHAN KONTINJENSI
144,509

    1. Garansi yang diterima
22,047

        a. Rupiah
9,983

        b. Valuta Asing
12,064

     2. Pendapatan bunga dalam penyelesaian
122,462

         a. Bunga kredit yang diberikan
114,338

         b. Bunga lainnya
8,124

     3. Lainnya


IV.KEWAJIBAN KONTINJENSI
7,612,055

    1. Garansi yang diberikan
7,612,055

        a. Rupiah
5,836,746

        b. Valuta Asing
1,775,309

    2. Lainnya




neraca kuantitas aktiva produktif bank central asia


sumber : http://www.bi.go.id(Dalam Jutaan Rupiah)
Pos-pos Dec-10            
L DPK KL D M Jumlah            
Penempatan pada bank lain 15,771,363         15,771,363            
    a.Rupiah 2,424,611         2,424,611            
    b.Valuta Asing 13,346,752         13,346,752            
Tagihan spot dan derivatif 23,776         23,776            
    a.Rupiah 23,776         23,776            
    b.Valuta Asing                        
Surat berharga 61,504,373       175,555 61,679,928            
    a.Rupiah 58,144,459       100,000 58,244,459            
    b.Valuta Asing 3,359,914       75,555 3,435,469            
Surat Berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo)                        
    a.Rupiah                        
    b.Valuta Asing                        
Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) 3,136,335         3,136,335            
    a. Rupiah 3,136,335         3,136,335            
    b.Valuta Asing                        
Tagihan Akseptasi 3,756,520 208,402       3,964,922            
Kredit 151,028,280 1,984,613 123,990 121,029 744,031 154,001,943            
    a. Debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) 25,689,846 207,090 21,328 27,281 133,412 26,078,957            
        i. Rupiah 25,382,774 199,585 21,328 27,281 128,640 25,759,608            
        ii.Valuta Asing 307,072 7,505     4,772 319,349            
    b.Bukan debitur UMKM 125,338,434 1,777,523 102,662 93,748 610,619 127,922,986            
        i. Rupiah 109,893,120 1,679,580 102,662 93,748 604,487 112,373,597            
        ii.Valuta Asing 15,445,314 97,943     6,132 15,549,389            
    c. Kredit yang direstrukturisasi 326,890 87,418 1,574 2,214 33,654 451,750            
        i. Rupiah 306,285 15,733 1,574 2,214 33,654 359,460            
        ii.Valuta Asing 20,605 71,685       92,290            
    d.Kredit Properti 19,276,284 312,890 24,676 27,856 122,840 19,764,546            
Penyertaan 1,952,361   375   1,610 1,954,346            
Penyertaan modal sementara                        
Komitmen dan Kontinjensi 74,313,265 388,023 12,467 3 1,660 74,715,418            
    a.Rupiah 65,339,872 387,721 12,064 3 1,660 65,741,320            
    b.Valuta Asing 8,973,393 302 403     8,974,098            
Aset yang diambil alih           14,181 14,181